Batu
akik merupakan salah satu mineral yang terbentuk dari proses yang panjang.
Beberapa jenis batu akik yang populer di Indonesia itu mulai dari batu bacan,
safir, zamrud, ruby, giok, kecubung, dan banyak lagi.

Hampir
semua mineral dan batuan yang ada di muka bumi termasuk batu akik, berasal dari
magma cair yang ada di dalam perut bumi, dengan kedalaman lebih dari 160 km
dari permukaan tanah. Hal itu dijelaskan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi
Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sifatnya
yang cair tersebut, membuat magma yang panasnya mencapai 1.000-1.300 derajat
celcius terdorong naik ke permukaan dari proses vulkanik. Bila berhasil keluar,
maka biasa disebut hasil erupsi gunung api. Sementara itu, bila magma cair
terdorong naik perlahan ke permukaan tanah melalui rekan atau retakan, maka
akan membentuk lapisan-lapisan mineral dan batuan.
Ketika
magma cair ini naik lewat lapisan atau retakan tanah, dan mengalami proses
hidrotermal dan pendinginan, maka terbentuklah batuan. Nah, batuan yang pertama
kali terbentuk adalah intan. Batuan ini sangat keras, tingkat kekerasannya
mencapai 10 MOHS (tingkat kekerasan batu), tidak ada batuan lain sekeras intan.
"Magma
ini terus menerus akan berusaha naik. Makin naik magma mengalami proses
pendinginan atau proses hidrotermal, dan mengalami proses pengotoran.
Pengotoran ini maksudnya magma tersebut tercampur oleh tanah, ketika masuk di
celah-celah tanah atau batuan yang terlewati magma," kata pria yang akrab
disapa Mbah Rono ini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, seperti dikutip dalam Detik.com, Jumat (13/3)[1].
Surono
mengungkapkan, proses hidrotermal ini yang membentuk magma menjadi mineral atau
batuan. Bila terbentuk mineral, maka bisa menjadi besi, tembaga, emas, nikel,
dan banyak lagi. Tapi, proses hidrotermal juga membentuk batuan kristal, yang
membentuk seperti intan, sampai batu akik, hingga batu koral atau batu
sungai/kali. "Jadi bisa dibilang magma ini mbahnya batu akik," katanya.
Namun,
proses naiknya magma ke permukaan tanah memerlukan waktu yang sangat lama,
diperlukan waktu jutaan hingga miliaran tahun, hingga akhirnya bongkahan batu
akik terbentuk. Batu akik ini tidak berada di kedalaman tanah yang cukup dalam.
Justru lebih banyak berada di permukaan tanah, bahkan tersebar oleh arus
sungai. "Banyak orang pencinta akik, sampai ahli akik banyak cari batu
akik di aliran sungai," pukas Surono.
Bagi
ahli Geologi, batu akik adalah jenis batu biasa pada umumnya, yang mengalami
proses hidrotermal dan membentuk kristal. "Berharga atau tidaknya batu
akik, hanya orang yang ahli akik saja yang menilainya. Karena sampai saat ini
belum ada standar baku yang menentukan harga batu akik. Ini berbeda dengan emas
atau intan, yang ada standar baik itu kualitasnya, yang bisa dilihat berapa
karat dan kemurniannya," jelas Surono. Baca Juga: 15 Daftar Batu Akik Paling Fenomenal. Asal Usul Batu Akik, Sejarah Batu Akik, Asal Mula Batu Cincin.
Referensi
[1] Dhany.
2015. Asal Mula Batu Akik yang Kini
Booming (Online). Detik.com. Diakses Pada Tanggal 13 Maret 2015.
0 komentar:
Post a Comment